Saturday, June 06th, 2026 | Author:

KAPUAS – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas, Dr. H. Suwarno Muriyat, menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi pembangunan gedung TK ABA-3 Selat yang hingga kini belum kunjung selesai. Padahal, proses pembangunan fasilitas pendidikan tersebut sudah berjalan sejak tahun 2017 lalu.

Hal ini disampaikannya saat melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek pada Rabu (3/6/2026). Menurut Suwarno, ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan yang layak merupakan fondasi krusial dalam mendongkrak kualitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Kapuas.

“Keberadaan sarana pendidikan yang layak sangat penting dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini di Kabupaten Kapuas. Oleh karena itu, kami berharap Pemerintah Daerah dapat memberikan perhatian dan dukungan penuh agar pembangunan TK ABA-3 Selat ini dapat diselesaikan pada tahun 2027,” ujar Suwarno.

Andalkan Donasi dan Swadaya Masyarakat

Di lokasi yang sama, pihak Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) melalui Pembina/Pengasuh TK ABA-3 Selat, Dra. Hj. Riaswati Djauhari, membenarkan bahwa proyek ini telah memakan waktu hampir satu dekade.

Riaswati, yang juga merupakan Kepala Sekolah TK ABA-3 Selat periode 2003–2023, menjelaskan bahwa selama ini proses pembangunan sangat bergantung pada berbagai sumber pendanaan yang tidak mengikat. Di antaranya:

  • Bantuan stimulan dari pemerintah.
  • Donasi sukarela dari masyarakat luas.
  • Pengelolaan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS).
  • Sumbangan dari para wali murid.

Diproyeksikan Jadi Pusat Kegiatan Multi-Manfaat

Jika berhasil rampung, gedung baru TK ABA-3 Selat ini tidak hanya akan difungsikan sebagai ruang kelas formal. Pihak yayasan telah merancang cetak biru pemanfaatan gedung agar memberikan dampak sosial yang lebih luas bagi warga Kapuas.

“Harapan kami, gedung ini dapat diberdayakan tidak hanya untuk pendidikan PAUD, tetapi juga sebagai tempat penitipan anak balita serta mendukung program kesehatan yang berkaitan dengan kegiatan Muhammadiyah melalui Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU),” ungkap Riaswati.

Selain untuk urusan internal, ia menambahkan bahwa fasilitas ini nantinya terbuka untuk kegiatan umum masyarakat, seperti resepsi pernikahan, acara perpisahan sekolah, dan agenda komunitas lainnya.

Peninjauan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan ini diharapkan menjadi momentum kuat untuk memicu sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat. Percepatan penyelesaian target di tahun 2027 dinilai mendesak agar gedung ini bisa segera memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan, kesehatan, dan sosial di Kabupaten Kapuas. (Red)

Category: Berita  | Leave a Comment
Wednesday, May 27th, 2026 | Author:

KAPUAS, 27 Mei 2026 (10 Dzulhijjah 1447 H) – Ratusan warga Muhammadiyah memadati Stadion Panunjung Tarung, Kuala Kapuas, untuk melaksanakan ibadah sholat Idul Adha 1447 Hijriah yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Selat, Kapuas.

Sejak pagi hari, stadion sudah dipenuhi oleh jamaah yang datang dari berbagai penjuru. Kehadiran mereka mencakup jajaran Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Kapuas, Pengurus Cabang, warga, hingga para simpatisan Muhammadiyah yang tampak khusyuk mengumandangkan takbir.

Pengorbanan Sejati: Mengikis Ego demi Persatuan

Bertindak sebagai khatib dalam pelaksanaan sholat Idul Adha kali ini adalah H. Muhammad Yusuf Rusli, S.Pd.I., M.A., yang merupakan Ketua Majelis Tarjih PCM Banjarmasin. Beliau menyampaikan khutbah yang sarat akan pesan mendalam dengan judul “Air Mata Umat dan Hilangnya Ukhuwah”.

Dalam tausiyahnya, Ustaz Muhammad Yusuf Rusli mengajak jamaah untuk kembali mengenang keteladanan Nabi Ismail AS sebagai sebuah kisah tentang ketaatan total kepada Allah SWT. Beliau menekankan bahwa hakikat Idul Adha yang identik dengan ibadah qurban memiliki esensi yang jauh lebih luas dari sekadar ritual tahunan.

“Pengorbanan sejati adalah ketika kita rela mengorbankan ego, nafsu pribadi, dan kepentingan golongan demi menjaga persatuan serta ukhuwah di antara umat Islam,” tegasnya di hadapan ratusan jamaah.

Menyembelih Penyakit Hati

Lebih lanjut, khatib juga mengingatkan bahwa penyembelihan hewan qurban jangan hanya dipandang sebagai proses menghalalkan binatang untuk dikonsumsi. Ada makna spiritual yang jauh lebih mendasar yang harus dihunjamkan ke dalam jiwa setiap muslim.

Menurutnya, yang sejatinya perlu “disembelih” dalam momentum Idul Adha ini adalah:

  • Hawa nafsu yang tidak terkontrol.
  • Keserakahan dan kesombongan diri.
  • Kecintaan duniawi yang berlebihan (wahn).
  • Penyakit-penyakit hati lainnya.

Dengan mengikis penyakit-penyakit hati tersebut, seorang hamba akan menjadi lebih ringan dan tulus dalam menunaikan pengabdian serta ketaatannya kepada sang pencipta, Allah SWT.

Solidaritas untuk Palestina

Di penghujung khutbahnya, H. Muhammad Yusuf Rusli tidak lupa mengetuk pintu hati dan empati para jamaah dengan menyampaikan kondisi serta penderitaan yang tengah dialami oleh rakyat Palestina. Beliau mengajak seluruh warga Muhammadiyah Kapuas untuk tidak putus mengirimkan doa terbaik serta bantuan nyata sebagai wujud ukhuwah Islamiyah dan kemanusiaan yang melintasi batas negara.

Pelaksanaan sholat Idul Adha di Stadion Panunjung Tarung ini berjalan dengan khidmat, tertib, dan lancar, ditutup dengan bersalam-salaman antarwarga guna mempererat tali silaturahmi.

Category: Berita  | Leave a Comment